DPR mengonfirmasi belum ada negara anggota ASEAN yang menyampaikan nota protes resmi terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Meski beberapa provinsi di dua pulau tersebut masih mengalami kebakaran, pemerintah belum menerima surat resmi dari negara-negara tetangga.
Di Kalimantan Selatan, asap tebal akibat karhutla mengganggu aktivitas warga. Masyarakat di Banjarbaru terpaksa menggunakan masker untuk menghindari paparan asap yang berpotensi merugikan kesehatan. Di Jambi, kebakaran juga mulai berdampak besar, memaksa warga mengambil langkah pencegahan.
Pakar kehutanan meminta masyarakat tidak panik menghadapi informasi karhutla yang marak. Meski jumlah hotspot terus meningkat, pemerintah diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan. DPR juga menegaskan akan terus memantau situasi dan memastikan tindakan tegas terhadap pelaku karhutla.






























