Korban banjir bandang dan longsor di Nepal dan Tibet kini mencapai 800 jiwa, dengan lebih dari 3.000 orang masih hilang. Bencana alam ini terjadi akibat hujan deras yang mengakibatkan banjir dan longsor di daerah pegunungan Himalaya. Pencarian korban terus berlangsung, meskipun kondisi medan yang sulit dan risiko banjir kembali memperumit upaya penyelamatan.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat hingga 797 jiwa, dengan 2.502 orang masih hilang. Pemerintah Nepal melaporkan bahwa 16 korban tambahan ditemukan di Tibet, sementara 546 orang masih belum ditemukan. Banyak dari korban hilang adalah warga asing, termasuk ratusan warga Inggris.
Korban yang terdampak juga meliputi para pekerja PLTA dan pengunjung tempat suci. Beberapa korban yang selamat melaporkan bahwa sekolah dan desa mereka hancur akibat banjir. Pemerintah Nepal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko banjir kembali.
Pencarian korban terus berlangsung, meskipun kondisi cuaca dan medan masih tidak menentu. Banyak warga yang terdampak masih mengharapkan bantuan dan dukungan dari pihak berwenang.






























