Gempa susulan berkekuatan M5,7 kembali terdeteksi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 20 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa susulan ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Gempa utama sebelumnya berkekuatan M7,7 yang terjadi sebelumnya telah meninggalkan dampak luas, dengan 3.489 gempa susulan tercatat. BMKG memperkirakan gempa susulan akan meluruh dalam 3-4 minggu, meski prediksi menunjukkan aktivitas gempa masih berlangsung hingga 30 hari ke depan.

Pemulihan dan penanganan dampak gempa terus berlangsung di NTT. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa pemulihan jalan dan listrik menjadi prioritas. Pemerintah juga mempercepat distribusi bantuan kepada warga terdampak, termasuk perbaikan rumah dan penyediaan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat.

Korban meninggal akibat gempa mencapai 73 orang, dengan jumlah terbanyak terjadi di Manggarai Timur. Kementerian Kesehatan mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus meninjau langsung kondisi warga terdampak di Kabupaten Sikka dan Ende. Pemulihan warga terus diupayakan dengan kerja sama semua pihak.