Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) hingga 15,6 juta hingga Agustus 2026. Efek kemarau panjang dan perubahan musim menjadi faktor utama yang memengaruhi peningkatan tersebut.

Kemenkes menekankan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sektor kesehatan bertujuan sebagai alat bantu untuk deteksi dini dan efisiensi layanan. Teknologi ini tidak digunakan untuk menggantikan peran dokter dalam diagnosis.

Peningkatan kasus ISPA memerlukan penanganan yang lebih cepat dan akurat. Dengan AI, Kemenkes berharap dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mempercepat proses identifikasi penyakit.

Kebijakan ini menunjukkan upaya Kemenkes dalam mengintegrasikan teknologi modern ke dalam sistem kesehatan nasional. Penggunaan AI diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit secara lebih efektif.