Mantan anggota geng motor di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa komunitas bermotor dulunya hanya sebagai tempat berkumpul dan silaturahmi para pecinta otomotif. Hendra, seorang mantan anggota, mengatakan bahwa sebelum aksi kekerasan mewarnai kelompok bermotor, komunitas ini lebih dikenal dengan kegiatan positif.
Namun, belakangan ini, geng motor di wilayah tersebut mulai terlibat dalam tindakan kekerasan yang menelan korban jiwa. Hal ini membuat masyarakat resah dan memicu kekhawatiran akan keamanan. Hendra menyebut bahwa pergeseran ini terjadi secara perlahan, dengan pengaruh dari luar dan kurangnya pengawasan.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan dan edukasi bagi anggota muda komunitas bermotor agar tidak terjerumus ke jalur yang tidak benar. Hendra berharap ada upaya lebih serius untuk mengarahkan minat mereka ke hal-hal yang produktif.
Perkembangan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam budaya bermotor di Jawa Barat, yang sebelumnya dianggap sebagai hobi, kini menjadi sumber kekhawatiran.

























