BMKG memantau secara intensif aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah terjadi erupsi yang mengakibatkan sebaran abu vulkanik. Pemantauan dilakukan 24 jam nonstop untuk memastikan kondisi gunung berapi tersebut. Abu vulkanik yang terbang cukup tinggi memengaruhi aktivitas penerbangan, sehingga empat bandara ditutup sementara.

Ketinggian abu vulkanik mencapai 50.000 kaki, yang merupakan tingkat yang cukup tinggi dan berpotensi mengganggu jalur penerbangan. BMKG terus memperhatikan kondisi gunung berapi tersebut dan memberikan informasi terkini kepada publik. Pemantauan ini bertujuan untuk mencegah risiko yang mungkin terjadi akibat erupsi.

Pihak terkait meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari BMKG. Kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik masih dinilai berpotensi berubah, sehingga kehati-hatian diperlukan. Informasi terkini akan terus diberikan sesuai dengan perkembangan situasi.