Pemkot Bandar Lampung menggerakkan tim BPBD dan Damkarmat untuk membersihkan jalan protokol yang terpapar abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons terhadap erupsi yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Abu vulkanik yang menggumpal di sekitar area kota membuat kondisi udara terasa berubah dan memengaruhi kualitas lingkungan.

Pembersihan dilakukan secara rutin di beberapa titik strategis untuk memastikan aksesibilitas jalan bagi warga dan kendaraan. Pemkot juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara mengurangi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Meski tidak ada laporan korban, pihak setempat tetap memantau situasi secara berkala.

Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat setelah bencana alam. Pemkot terus memantau kondisi Gunung Anak Krakatau dan siap melakukan tindakan lebih lanjut jika diperlukan.