Ahli geologi dari Ikatan Ahli Basa Indonesia (IABI), Daryono, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik yang dihembuskan gunung berapi tersebut diperkirakan berpotensi menyebabkan penyakit saluran pernapasan (ISPA). Daryono menekankan bahwa abu vulkanik yang keluar dari Gunung Anak Krakatau memiliki sifat halus dan tajam, sehingga bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan manusia.

Pihak berwenang telah meminta warga sekitar untuk menggunakan masker N95 dan kacamata pelindung untuk mencegah paparan abu vulkanik. Meski saat ini aktivitas vulkanik masih dalam tingkat rendah, Daryono memperingatkan bahwa risiko paparan tetap tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pengawasan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan oleh pihak terkait. Namun, masyarakat di sekitar area gunung berapi diminta tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.