BMKG memastikan bahwa Selat Sunda tidak menunjukkan tanda-tanda ancaman tsunami setelah letusan Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan melalui 20 titik tsunami gauge dan radar HF.
Pemantauan ini dilakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran masyarakat setelah letusan yang terjadi pada 25 Desember 2022. BMKG menegaskan bahwa tidak ada anomali muka air laut yang mencurigakan.
Selat Sunda tetap dianggap aman untuk aktivitas laut dan wisatawan. BMKG terus memantau kondisi secara berkala untuk memastikan kestabilan kondisi laut.
Pemantauan ini juga membantu masyarakat mengurangi kepanikan dan memastikan keselamatan. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi.
























