JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat, menolak mengklasifikasikan konflik antara AS dan Iran sebagai perang. Pernyataan ini diberikan dalam jumpa pers di Gedung Putih, hari ini, dua hari setelah AS menyelesaikan putaran terbaru operasi militer terhadap Iran. Vance menekankan bahwa situasi saat ini lebih tepat disebut sebagai "pertikaian" daripada perang, meskipun pihak Iran mengklaim bahwa serangan rudal yang menewaskan lima orang di acara pernikahan telah memicu eskalasi konflik.

Pihak AS sedang menyelidiki laporan Iran mengenai serangan rudal tersebut. Sumber militer AS menyatakan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk memverifikasi kebenaran klaim Iran. Meski demikian, Vance menegaskan bahwa pihak AS tidak menganggap konflik ini sebagai perang, menunjukkan upaya untuk mengendalikan intensitas ketegangan antara kedua negara. Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat serangkaian insiden militer yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.