Data SIM dari lebih dari 153 juta pengguna Amerika Serikat dan Kanada ditemukan terjual di dark web. Informasi tersebut mencakup detail pribadi seperti nama, alamat, dan nomor SIM. Penemuan ini dilaporkan oleh jurnalis keamanan siber yang mengungkapkan kebocoran data tersebut. Kebocoran ini menunjukkan risiko besar terhadap privasi pengguna. Pihak berwenas belum memberikan penjelasan resmi mengenai sumber kebocoran. Keamanan siber menjadi perhatian utama setelah kejadian serupa terjadi sebelumnya.
153 Juta Data SIM Bocor di Dark Web























