Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kemungkinan untuk mengubah nama Selat Hormuz menjadi "Trump Strait" dalam sebuah postingan di Truth Social, menunjukkan intensitas konflik militer antara AS dan Iran. Usulan ini muncul setelah AS dilaporkan mengendalikan wilayah tersebut, meskipun data terkini menunjukkan hal yang berbeda.

Konflik dengan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, dengan Iran menargetkan situs-situs AS di wilayah tersebut sebagai respons terhadap serangan udara Amerika. Trump juga dilaporkan menggelar diskusi dengan para penasihatnya untuk mengevaluasi operasi militer di Iran, menunjukkan upaya untuk mengakhiri perang tersebut.

Selain itu, Trump dituding tidak memahami perang berkepanjangan yang ia ciptakan dengan Iran dan Rusia, dengan kritik meningkat terhadap kebijakannya. Dalam upaya mengatasi konflik, Trump menawarkan pendekatan ganda yang menggabungkan tekanan ekonomi dan kemungkinan eskalasi militer.

Pendekatan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perang bisa berlanjut hingga tahun depan, dengan rencana peningkatan pasukan di Timur Tengah. Meskipun Trump menyatakan keinginan untuk mengakhiri operasi militer, kebijakan ini terus memicu ketegangan dan kritik dari berbagai pihak.