BMKG melaporkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar hingga ke wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan Bengkulu. Pemantauan menunjukkan abu tersebut bisa terlihat dari jarak jauh dan berpotensi mengganggu penerbangan. Pihak Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta memutuskan sementara menutup operasional penerbangan hingga pukul 1.30 siang waktu setempat akibat adanya abu vulkanik yang terdeteksi di area bandara. Sejumlah puluhan penerbangan terganggu, termasuk keberangkatan dan kedatangan pesawat dari berbagai arah.
Menurut informasi dari BMKG, aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau meningkat, sehingga memicu kekhawatiran terhadap dampak abu vulkanik. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara. Pemerintah juga sedang berupaya mengurangi dampak abu vulkanik dengan cara membangun sistem pengendalian udara dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini dari BMKG.
Selain itu, pihak berwenang juga memperketat pengawasan di sekitar area gunung berapi untuk mencegah risiko lebih besar. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah sekolah di sekitar wilayah yang terkena dampak abu vulkanik juga ditutup sementara waktu. BMKG terus memantau kondisi gunung berapi dan memberikan informasi terkini kepada publik.

























