Semburan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan skala besar di beberapa wilayah Indonesia. Abu vulkanik ini menyebabkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan dan memaksa maskapai melakukan pembatalan atau penundaan penerbangan. Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meminta maskapai untuk segera memberikan refund kepada penumpang yang terkena dampak.

Pemerintah menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan dalam menangani keluhan penumpang. AHY menegaskan bahwa prioritas utama adalah kenyamanan dan kepentingan masyarakat yang terdampak. Ia meminta maskapai untuk mempercepat proses pengembalian dana dan memberikan informasi yang jelas terkait perubahan jadwal penerbangan.

Kebocoran abu vulkanik terjadi setelah letusan yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Aktivitas vulkanik ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan dan memaksa otoritas terkait untuk melakukan pengawasan ketat. Pemerintah juga meminta maskapai untuk memperhatikan kebutuhan penumpang yang terdampak secara ekonomi.

Penggunaan maskapai lokal dan internasional terus diawasi untuk memastikan kepuasan penumpang. AHY menekankan bahwa transparansi dan kecepatan dalam pelayanan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan.