Penutupan 8 bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September 2026. Keputusan ini diambil oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk memastikan keselamatan penerbangan. Abu vulkanik yang mengarah ke bandara tersebut terus mengganggu aktivitas penerbangan sejak beberapa waktu lalu.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak abu vulkanik yang bisa mengurangi visibilitas dan mengganggu sistem navigasi pesawat. Penutupan bandara ini juga memengaruhi jadwal penerbangan dan mobilitas penumpang. Pihak terkait sedang berupaya memantau kondisi dan memperkirakan kapan abu vulkanik dapat berkurang.
Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengutamakan keselamatan dalam kondisi darurat alam. Meski penutupan bandara memengaruhi sektor transportasi, langkah ini dianggap penting untuk mencegah risiko kecelakaan penerbangan. Kondisi Gunung Anak Krakatau masih aktif dan memerlukan pemantauan terus-menerus.

























