Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menghiasi berita terkini, dengan dampak yang terasa hingga wilayah Jabodetabek. Badan Kesehatan Dunia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi khusus kepada orang tua untuk memastikan perlindungan anak dari risiko abu vulkanik yang mungkin terjadi. Mereka menyarankan langkah-langkah pencegahan medis yang dapat diambil guna mengurangi dampak negatif pada kesehatan anak.

IDAI menekankan pentingnya pengawasan terhadap kondisi anak, terutama yang tinggal di area terdampak atau dekat gunung berapi. Mereka juga memberikan panduan tentang cara mengurangi paparan abu vulkanik, seperti memastikan ventilasi ruangan dan menghindari aktivitas di luar rumah saat terjadi penyebaran abu. Selain itu, mereka menyarankan orang tua untuk memantau gejala kesehatan anak, seperti iritasi mata atau gangguan pernapasan, yang bisa muncul akibat paparan abu.

Kebijakan ini merupakan respons IDAI terhadap tingkat kekhawatiran yang meningkat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski tidak ada laporan korban jiwa, langkah-langkah pencegahan ini dianggap penting untuk menjaga kesehatan anak-anak di wilayah yang rentan terhadap dampak vulkanik.