Erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia memicu kekacauan di sektor penerbangan dan kehidupan warga. Aktivitas vulkanik yang berlangsung sejak Jumat lalu memaksa pihak berwenang menutup delapan bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, yang ditutup pada hari Minggu pagi. Dampaknya, sekitar 170.000 penumpang terjebak karena penerbangan dibatalkan.
Kementerian Kesehatan memperingatkan warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas luar ruang akibat penyebaran abu vulkanik. Menteri Budi G. Sadikin menekankan pentingnya kehati-hatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal dekat area erupsi. Abu vulkanik juga mengganggu penerbangan, menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan di seluruh Indonesia.
Pemantauan terus dilakukan oleh Badan Geologi dan Pemantauan Bencana untuk mengawasi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang masih dalam status Siaga. Meski erupsi berlangsung singkat, dampaknya terasa luas, memengaruhi transportasi udara dan kehidupan sehari-hari warga di sekitar Sunda Strait.

























