BMKG melakukan paper test di beberapa kota seperti Semarang, Tegal, Cilacap, dan Kertajati untuk mendeteksi adanya abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan abu vulkanik di lokasi tersebut.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak ada dampak negatif dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. BMKG menggunakan metode paper test sebagai salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik di udara.
Selain itu, BMKG juga memanfaatkan teknologi satelit untuk memantau sebaran abu vulkanik. Teknologi ini membantu memahami arah dan jarak penyebaran abu vulkanik yang mungkin terbawa angin.
Pemantauan ini dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekitar Gunung Anak Krakatau dan daerah lain yang berpotensi terdampak.


























