Abu vulkanik dari Gunung Krakatau terus meluas hingga ke daerah Banten, Jabar, Lampung, dan Bengkulu pada 7 September 2026, menurut informasi BMKG. Aktivitas vulkanik ini menyebabkan penutupan sementara 8 bandara di sejumlah wilayah. BMKG telah menerbitkan 39 SIGMET yang menunjukkan dampak abu vulkanik terhadap aktivitas penerbangan.

Kabut asap yang diakibatkan abu vulkanik mengganggu visibilitas dan mengurangi kualitas udara di sejumlah daerah. Pihak BMKG terus memantau kondisi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Masyarakat di sekitar area yang terkena dampak diimbau untuk memperhatikan informasi resmi dan menghindari area berpotensi bahaya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari. BMKG terus memperkuat pengawasan dan mengupayakan mitigasi risiko. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang.