Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 75 korban meninggal dan sekitar 92.735 warga mengungsi. BNPB terus melakukan penyisiran di wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga dan memetakan kebutuhan bantuan. Di Kabupaten Manggarai Barat, tim penyelamatan memastikan akses bantuan ke titik terisolasi.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga bergerak cepat dengan mengirimkan tim Satuan Tugas Bencana untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat. Gempa susulan terus terjadi, mencapai 3.752 kali hingga 20 Agustus 2026. Dampak gempa juga menghancurkan 1.378 sekolah dan 502 lembaga pendidikan. Pemerintah sedang mempersiapkan kelas darurat untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak.

Krisis air bersih semakin memburuk akibat gempa, memperparah kondisi warga yang terdampak. BNPB dan organisasi kemanusiaan terus berupaya mempercepat distribusi bantuan. Penyisiran dan pendataan korban masih berlangsung di berbagai daerah.

Gempa NTT memperlihatkan tantangan besar dalam penanganan bencana, namun upaya penanggulangan terus berjalan.