Pemerintah Indonesia terus menyalurkan bantuan logistik untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga hari kelima pascabencana, total 253 ton bantuan telah dikirim ke lokasi terdampak. Bantuan tersebut mencakup makanan, tenda, dan logistik medis yang diterima oleh korban di daerah terparah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pengiriman terbaru dilakukan Rabu dini hari menggunakan lima pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan darurat. Pemerintah juga melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa.
Selain bantuan logistik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memantau langsung penanganan bencana di Kabupaten Manggarai, NTT. Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp5 triliun untuk penanganan darurat. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar korban dan mempercepat pemulihan kondisi di daerah terdampak.
Pemerintah juga terus memantau kondisi warga dan memastikan bantuan sampai tepat tujuan. Kebutuhan masyarakat terus diprioritaskan dalam upaya penanganan darurat.


























