Pemerintah Indonesia mempercepat penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik dan dana santunan mulai dikirimkan ke daerah terdampak untuk memenuhi kebutuhan para korban. Kementerian Sosial (Kemensos) memobilisasi 48 ton beras dan dana sebesar Rp4,52 miliar sebagai bagian dari upaya penanggulangan darurat.

Puluhan ton logistik tahap pertama dikirim ke Flores, NTT, dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa. Pemerintah juga memastikan penanganan yang lebih intensif untuk meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa telah menyebabkan 38 korban jiwa dan ribuan orang mengungsi. Upaya evakuasi dan penanganan darurat terus berlangsung.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat penanganan dan memastikan bantuan sampai ke lokasi yang paling terpencil.