Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari pertama kejadian, menyebabkan 48 korban jiwa. Gempa tersebut terjadi pada pagi hari tanggal 15 Agustus 2026, di luar pulau Flores. Pemukim setempat mengalami kerusakan berat pada bangunan dan infrastruktur.

Pemerintah Indonesia segera melakukan upaya pencarian dan evakuasi serta memberikan bantuan kepada warga terdampak. BMKG melaporkan bahwa gempa tersebut memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut setelah evaluasi awal.

Selain gempa di NTT, dua gempa lain terjadi di Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah dalam 24 jam terakhir. Gempa-gempa ini menunjukkan aktivitas tektonik yang masih tinggi di wilayah Indonesia.

Korban meninggal terus bertambah, sementara evakuasi dan penanganan darurat masih berlangsung. Pemerintah dan organisasi internasional terus memantau situasi dan menyiapkan bantuan tambahan.