Sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kembali beroperasi setelah terdampak gempa. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melaporkan, sebanyak 1.931 sekolah di daerah tersebut kembali melaksanakan pembelajaran. Aktivitas belajar mengajar dilakukan melalui sekolah darurat, pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan tatap muka terbatas.
Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan di sejumlah sekolah. Namun, pihak berwenang telah berupaya memulihkan fasilitas pendidikan. Pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan utama sementara kondisi fisik sekolah belum pulih. Beberapa sekolah juga mulai menerima siswa secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pemulihan pendidikan menjadi prioritas setelah bencana alam. Mendikdasmen terus memantau kondisi sekolah dan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan. Upaya ini bertujuan memastikan anak-anak tetap bisa belajar meski dalam kondisi yang tidak ideal.























