Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa sekitar tiga juta warga Indonesia terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan, atau karhutla. Pencemaran udara ini terjadi di beberapa wilayah, terutama di Jawa dan Sumatera, yang mengalami kekeringan dan angin kencang. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Kebakaran hutan yang terjadi sejak awal tahun telah menyebabkan peningkatan konsentrasi partikel halus (PM2.5) di udara. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma. Pemantauan kesehatan terus dilakukan di berbagai daerah terdampak.
Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan dengan menambahkan titik pemantauan dan mempercepat penanganan titik api. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu masih menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kesehatan.






















