Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra kembali memicu perhatian publik. Pemerintah pusat dan lembaga terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya mengendalikan dampak asap yang mengganggu aktivitas warga. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kepekatan asap menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari. Masyarakat setempat mengkhawatirkan risiko kesehatan akibat paparan asap.

Polri telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka dugaan karhutla di wilayah tersebut. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menindak pelaku pembakaran ilegal. Di sisi lain, BNPB meminta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tidak saling menyalahkan terkait dampak asap. Pemadaman darurat juga dikerahkan, termasuk armada pemadam dari OMC.

Kebakaran di Jambi dan Berau, Kalimantan Timur, memperparah situasi. Masyarakat di sana terpaksa menggunakan masker untuk melindungi diri. Upaya penanganan darurat terus berlangsung, dengan penekanan pada kerja sama antar daerah dan negara.