Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang dikoordinasikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini bertujuan mempercepat upaya pemadamannya. Presiden juga memberikan instruksi untuk menambah 17 helikopter water bombing dan 1500 prajurit TNI untuk menangani darurat karhutla.
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan menyebabkan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, asap tebal membuat masyarakat kesulitan beraktivitas. Masyarakat juga khawatir paparan asap berdampak pada kesehatan. Di Jambi, kebakaran juga memengaruhi warga sekitar yang harus menggunakan masker.
Akibat kabut asap, 3.524 sekolah di Kalimantan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Kementerian Perhubungan mencatat empat NOTAM terkait penerbangan akibat kebakaran. Pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi dengan penambahan personel dan alutsista. Kondisi ini memperlihatkan dampak besar karhutla terhadap kehidupan masyarakat.























