Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, ditutup sementara akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini menyebabkan gangguan pada penerbangan domestik dan internasional. Dampaknya terasa jelas di jalur transportasi darat, terutama bagi penumpang yang seharusnya menggunakan bandara sebagai titik transit.

Untuk mengatasi kepadatan dan memudahkan akses, KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan dua kereta tambahan, yaitu KA Yogyakarta-Gambir dan KA Malang-Gambir. Kereta tambahan ini beroperasi selama periode penutupan bandara, dengan jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan penumpang.

Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah dan operator transportasi untuk meminimalkan dampak negatif dari bencana alam. Meski penutupan bandara berdampak pada mobilitas, langkah darurat ini diharapkan dapat membantu penumpang tetap bergerak dengan aman dan efisien.

Kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik masih dipantau, dengan kemungkinan penutupan bandara diperpanjang jika abu vulkanik masih mengganggu penerbangan.