Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan di Jawa Barat menyusul dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi yang terjadi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat memicu penyebaran abu vulkanik bersilika yang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan. Kemenkes memastikan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas siap melayani masyarakat yang terdampak.
Pemerintah mengimbau warga di sekitar area erupsi untuk menghindari paparan abu vulkanik dengan menggunakan masker dan menjaga kebersihan udara. Abu vulkanik yang mengandung silika tajam dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan kulit. Dinas Kesehatan setempat juga memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
Selain itu, media informasi mengimbau masyarakat untuk memantau peringatan dini dan mengikuti arahan dari instansi terkait. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kesiapsiagaan ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat di wilayah yang rentan terhadap bencana alam.




























