BEM UI menggelar aksi demonstrasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026), dengan menyampaikan delapan tuntutan utama. Wakil Ketua BEM UI, Fathimah, menjelaskan bahwa tuntutan tersebut mencakup berbagai isu, termasuk bencana di Flores, militerisasi, dan intervensi aparat keamanan dalam kehidupan masyarakat sipil. Aksi yang berlangsung di sejumlah titik seperti Thamrin dan Sudirman menyoroti kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.
Selain itu, BEM UI juga mengkritik pemerintah atas penjajahan internal yang dianggap terjadi selama aksi. Mereka menuntut keadilan dan menghentikan korupsi serta represi di Jakarta. Aksi tersebut juga diiringi dengan penyanyian lagu-lagu nasional seperti Tanah Airku dan Bella Ciao.
Polda Metro Jaya sebelumnya melarang aksi BEM UI di Bundaran HI karena khawatir mengganggu kestabilan kota. Meski demikian, aksi tetap berlangsung di lokasi lain. BEM UI menegaskan bahwa tuntutan mereka bertujuan untuk memperbaiki kondisi sosial dan politik.
Aksi ini menunjukkan intensitas kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah, dengan fokus pada isu korupsi, keadilan, dan perlindungan hak sipil.



























