Gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), menyebabkan kerusakan parah di dua desa. Banyak warga terdampak kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pokok. Anggota Polsek Lamba Leda Utara, Aipda Muhammad Nur, mengatakan logistik menjadi kebutuhan utama bagi pengungsi. Stok makanan di kios warga telah habis, sementara akses ke toko dan pusat kebutuhan masih terbatas.

Polri memperkuat operasi kemanusiaan dengan mengirim 21 personel dan 10 anjing pelacak (K9) serta membawa 2,5 ton logistik untuk pencarian dan bantuan korban. Bantuan juga mencakup tenda, makanan, dan obat-obatan. Dalam operasi tersebut, Polri juga menerbangkan 648 paket nasi cepat saji dari Pondok Cabe. Selain itu, bantuan logistik diterima dari berbagai sumber, termasuk dari daerah lain.

Koordinasi terus dilakukan oleh Mabes Polri dan Polda NTT untuk memastikan keselamatan warga terdampak. Bantuan diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Pihak kepolisian juga memastikan distribusi logistik berjalan lancar dan tepat sasaran.

Polri terus memantau situasi di lapangan dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.