Jenazah Sutrimo, mantan Karumga Febrie Adriansyah, ditemukan dalam kondisi mengeluarkan buih dari mulut dan hidung. Tim forensik melakukan ekshumasi di Banyumas untuk mengungkap penyebab kematian. Informasi ini dibongkar setelah jenazah ditemukan tak sadarkan diri.

Tim forensik memperkirakan membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo. Mereka melibatkan ahli DNA dan psikologi dalam proses investigasi. Ekshumasi dilakukan untuk memperjelas kondisi jenazah saat ditemukan.

Investigasi berlangsung di Banyumas, tempat tinggal eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Tim forensik sedang memproses data untuk menentukan penyebab kematian Sutrimo. Proses ini membutuhkan waktu dan keahlian spesifik untuk mengungkap fakta.