Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan di 3.524 sekolah di Kalimantan akibat kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah mengupayakan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman meski kondisi udara di beberapa wilayah masih tercemar asap. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikdasmen) memastikan siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring meski terdampak karhutla.
Kabut asap yang mengguncang wilayah Kalimantan membuat aktivitas masyarakat terganggu. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kepekatan asap mulai mengganggu kehidupan warga. Masyarakat juga khawatir paparan asap berdampak buruk pada kesehatan. Di Jambi, kebakaran hutan dan lahan juga mulai berdampak besar, sehingga warga diimbau menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.
Pemerintah juga memantau situasi karhutla dengan memperketat pengawasan dan mencegah penyebaran api. Namun, hingga saat ini, karhutla masih mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera. Pakar kehutanan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi informasi yang beredar.























