Anak-anak Tayo, Duri, dan Dana menemukan walkie-talkie aneh di dalam bus pada 21 Agustus 2026. Mereka mendengar sinyal darurat hewan yang terancam bahaya, tetapi orang dewasa di sekitar tidak bisa mendengarnya. Ketiga anak itu memutuskan untuk menjadi "Para Penyelamat Hewan" dan mulai menyelamatkan hewan-hewan yang terancam di berbagai tempat di kota.

Mereka mengunjungi tempat-tempat seperti hutan, pasar, dan rumah sakit hewan untuk menemukan hewan yang membutuhkan bantuan. Dengan bantuan walkie-talkie, mereka mampu berkomunikasi dengan hewan-hewan yang terancam dan membantu mereka keluar dari bahaya.

Kisah ini menunjukkan keberanian dan kepedulian anak-anak terhadap hewan. Mereka menunjukkan bahwa anak-anak juga bisa berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa, meskipun dalam skala kecil. Cerita ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin melibatkan anak-anak dalam kegiatan sosial dan lingkungan.