Gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 21 Agustus 2026, menyebabkan 83 korban jiwa dan 110.785 warga mengungsi, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB juga mencatat 986 orang mengalami luka dan 4.258 gempa susulan terjadi setelah kejadian utama.
Gempa tersebut terjadi saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat sedang melakukan konferensi pers mengenai dampak bencana di NTT. Saat itu, kamera bergerak akibat gempa susulan M5,4 yang mengguncang wilayah tersebut. Kondisi pendidikan di NTT terganggu, dengan banyak sekolah rusak dan guru serta murid terdampak.
Pemerintah dan organisasi penanggulangan bencana sedang berupaya memulihkan infrastruktur dan menjamin kebutuhan dasar warga yang terdampak. BNPB terus memantau situasi dan memberikan bantuan darurat.
Korban meninggal dan luka-luka terus diperbarui, dengan peningkatan jumlah pengungsi. Kondisi cuaca dan akses ke daerah terpencil masih menjadi tantangan utama dalam upaya evakuasi dan distribusi bantuan.

























