Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, masih menyisakan dampak yang signifikan. Jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 83 orang, dengan ratusan lainnya terluka atau mengungsi. Aktivitas gempa susulan terus berlangsung, mencapai 4.258 kejadian hingga Jumat pagi.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut berpartisipasi dalam upaya bantuan kemanusiaan. Bantuan logistik dan bantuan kesehatan terus dikirim ke daerah terdampak, termasuk ke Pulau Palue. Bantuan dikirim menggunakan helikopter untuk memastikan akses ke lokasi yang sulit dijangkau.

TNI Angkatan Laut juga mempercepat distribusi logistik dan mengirimkan dokter spesialis untuk menangani kondisi warga terdampak. Di Kabupaten Nagekeo, warga mengungsi ke lapangan terbuka karena potensi gempa susulan. Tujuh tenda pengungsian telah dibangun, namun sebagian besar warga masih memilih bertahan di lokasi tersebut.

Kondisi di NTT masih memprihatinkan, dengan risiko gempa susulan yang berpotensi berlangsung hingga empat minggu ke depan. Upaya penanganan darurat terus berlangsung, dengan dukungan dari berbagai pihak.