Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026), menyebabkan 78 korban jiwa. Bencana ini menimbulkan kekacauan di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Manggarai Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menyisir wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga dan memetakan kebutuhan bantuan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyiapkan donasi pribadi senilai Rp5 miliar untuk membangun rumah bagi korban. Ia juga mengajak masyarakat berdonasi. Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan energi tetap berjalan, berkat upaya para pekerja di lapangan.

Badan Geologi melaporkan tiga peristiwa bencana dalam gempa tersebut, termasuk tsunami dan gerakan tanah. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga turut merespons dengan mengirimkan tim Satuan Tugas Bencana.

Pemulihan masih berlangsung, dengan fokus pada penjangkauan area terisolasi. Kecemasan masih terasa, namun upaya penanganan bencana terus berjalan.