Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Asap tebal yang menggelayut di beberapa wilayah membuat aktivitas sehari-hari terganggu, termasuk pendidikan. Pemerintah mengimbau sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi keselamatan siswa. Sampai 20 Agustus 2026, empat notifikasi penerbangan (NOTAM) dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan terkait penanganan karhutla.
Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, asap yang pekat menyebabkan gangguan pada kehidupan warga. Masyarakat setempat khawatir paparan asap berdampak buruk pada kesehatan. Di Jambi, kebakaran hutan juga mulai memengaruhi warga sekitar, sehingga mereka wajib menggunakan masker. Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kondisi asap terus memburuk, memaksa pihak setempat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan.
Pakar kehutanan meminta masyarakat tidak panik menghadapi informasi karhutla yang marak. Meski begitu, upaya penanganan darurat tetap berlangsung. Dengan 3.524 sekolah di Kalimantan menerapkan PJJ, pemerintah berupaya meminimalkan dampak negatif karhutla terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.























