Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di depan Mapolres Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026), berlangsung ricuh. Ketegangan antara massa dan aparat kembali memanas setelah seorang oknum polisi diduga mengacungkan jari tengah ke arah demonstran. Tindakan itu memicu emosi massa dan memicu kericuhan.
Ketegangan sudah terasa sejak awal aksi. Demonstran menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. Sejumlah polisi mengenakan rompi anti huru hara dan berusaha mengontrol situasi. Namun, ketegangan memuncak ketika oknum polisi tersebut diduga melakukan tindakan yang dianggap meremehkan.
Kericuhan sempat mengganggu lalu lintas di sekitar Mapolres. Beberapa orang terluka ringan akibat bentrokan. Pihak kepolisian mengatakan sedang melakukan investigasi terhadap insiden tersebut. Aksi ini menjadi sorotan media lokal dan menimbulkan kecaman terhadap tindakan polisi.
Pemerintah daerah meminta pihak kepolisian untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai. Aksi ini menunjukkan ketegangan antara masyarakat dan institusi keamanan yang terus meningkat.





























