Pakar PAPDI Dr. Dr. Sukamto Koesnoe mengingatkan bahwa risiko kesehatan akibat abu vulkanik masih berpotensi setelah erupsi selesai. Meski aktivitas vulkanik telah berakhir, partikel abu yang masih mengapung dapat berdampak pada kesehatan manusia. Menurut Sukamto, risiko ini terutama berpotensi bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Ia menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan. Tips perlindungan mencakup penggunaan masker pelindung, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menjaga kebersihan udara di dalam ruangan. Selain itu, Sukamto juga memperingatkan gejala yang mungkin muncul akibat paparan abu vulkanik, seperti iritasi mata, gangguan pernapasan, dan alergi.

Penting untuk memantau informasi dari instansi terkait terkait kualitas udara dan kebijakan darurat. Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan menghindari paparan abu vulkanik sebisa mungkin.