Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali mengarah ke Samudra Hindia, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Aktivitas vulkanik yang terjadi menimbulkan kekhawatiran akan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas penerbangan. Sebagai respons, pihak berwenang melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko penyebaran abu vulkanik.

Selain itu, delapan bandara di Indonesia kembali beroperasi normal setelah sebelumnya terdampak oleh aktivitas vulkanik. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memulihkan kondisi keamanan dan stabilitas transportasi udara. Meski demikian, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada peningkatan risiko yang signifikan.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dalam pengawasan, dengan pihak terkait siap merespons setiap perubahan kondisi. Masyarakat sekitar diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkini.