Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan tujuh bandara lainnya di Indonesia kembali menerima penerbangan secara bertahap sejak Selasa dini hari. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang menandai kembalinya operasional penerbangan setelah dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik yang mengganggu visibilitas dan aktivitas penerbangan sebelumnya telah berkurang, memungkinkan kembali beroperasinya bandara.

Penerbangan di delapan bandara tersebut dibuka secara bertahap untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penerbangan. Pihak bandara terus memantau kondisi lingkungan sekitar dan memastikan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan penerbangan. Pemulihan operasional ini memberikan harapan bagi penumpang yang terganggu akibat pembatasan penerbangan sebelumnya.

Kebijakan pembukaan kembali penerbangan ini juga diiringi dengan upaya pencegahan dan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pihak terkait terus memantau kondisi gunung berapi untuk mencegah dampak yang mungkin terjadi di masa depan.