BMKG memastikan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu anomali gelombang laut atau tsunami di Selat Sunda. Pernyataan ini dikeluarkan setelah aktivitas vulkanik yang terjadi beberapa hari terakhir. Pihak BMKG juga menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik yang mungkin mengganggu aktivitas di sekitar area.

Meski erupsi terjadi, tidak ada indikasi bahwa gelombang laut akan meningkat secara signifikan. BMKG terus memantau kondisi secara berkala dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan yang bisa memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar.

Kebijakan modifikasi cuaca yang dijalankan menunjukkan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari abu vulkanik. Namun, BMKG menekankan bahwa langkah ini tidak terkait langsung dengan erupsi itu sendiri, melainkan untuk menjaga kualitas udara dan lingkungan sekitar.