Sembilan kiai yang terpilih dalam Angkatan Hidmat Wali (AHWA) menjadi penentu dalam pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Pemilihan ini ditetapkan dalam Muktamar NU ke-35 yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (28/8) malam. Rapat Pleno kelima menjadi momen resmi penentuan hasil pemilihan.
Kiai-kiai yang terpilih di AHWA akan memilih ketua umum PBNU yang akan memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan. Proses pemilihan dianggap sebagai langkah penting dalam mengarahkan arah kebijakan dan pengembangan PBNU. Muktamar NU ke-35 di Jombang menjadi pusat perhatian karena menggabungkan tradisi dan modernisasi dalam pengambilan keputusan.
Pemilihan ketua umum PBNU dianggap sebagai salah satu momen strategis dalam dunia Islam Indonesia. Dengan sembilan kiai yang terpilih, proses ini diharapkan dapat menciptakan konsensus yang kuat dan mendorong keterlibatan lebih luas dalam pengambilan keputusan organisasi.





























