Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) masih menyisakan dampak signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan penanganan fase tanggap darurat dapat diselesaikan dalam 2 hingga 3 minggu. Selama ini, bencana alam telah memicu sebanyak 995 gempa susulan, menurut laporan terbaru.
Pemulihan layanan telekomunikasi dan digital di NTT juga berjalan cepat. TelkomGroup melakukan gerak cepat untuk memulihkan konektivitas, sehingga 85% layanan kembali normal. Di sisi kesehatan, beberapa rumah sakit mengalami kerusakan, termasuk RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo. Petugas kesehatan merekam kondisi fasilitas medis yang terganggu akibat guncangan.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan keprihatinan terhadap korban dan kerusakan akibat gempa. Pemerintah diminta segera melakukan pemetaan data untuk mempercepat respons. Meski situasi masih dinamis, upaya penanganan darurat terus berlangsung dengan koordinasi lintas sektor.























