Gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerusakan pada 21 rumah sakit dan 190 puskesmas. Bencana alam ini juga merusak jalan, jembatan, dan bangunan lainnya, serta memicu 33 titik longsor. Pemukim di sejumlah daerah mengalami gangguan akibat guncangan yang terasa kuat.

Kerusakan pada fasilitas kesehatan menjadi prioritas dalam upaya pemulihan. Pemerintah setempat sedang melakukan evaluasi untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan bantuan. Selain itu, jalan dan jembatan yang rusak memperparah akses ke daerah terdampak.

Kebutuhan bantuan darurat terus meningkat. Pemukim mengeluhkan kesulitan mengakses layanan medis dan kebutuhan pokok. Pemangku kebijakan menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga untuk mempercepat respons.

Kondisi cuaca dan keamanan masih menjadi tantangan. Pemukim diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi. Pemulihan akan membutuhkan waktu, namun upaya penanganan terus berlangsung.