Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 53 orang, dengan 135 orang lainnya mengalami luka. Data ini diperbarui oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, pada Minggu (16/8/2026). Gempa utama yang terjadi pada hari itu menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

BNPB juga mencatat terjadi 731 gempa susulan di wilayah NTT setelah gempa utama. Kerusakan rumah mencapai 241 unit, menurut laporan terbaru. Pemukiman warga di daerah terdampak mengalami gangguan, dengan banyak bangunan rusak dan infrastruktur terganggu.

Korban luka yang sedang dirawat jumlahnya mencapai 135 orang. Pemerintah dan organisasi penanggulangan bencana sedang berupaya memperbaiki kondisi darurat dan menyalurkan bantuan. Daerah terpencil masih membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk pemulihan.

Kondisi cuaca dan akses ke daerah terdampak masih menjadi tantangan dalam upaya evakuasi dan distribusi bantuan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.