Pemerintah NTT memperpanjang status darurat akibat gempa hingga tiga bulan setelah bencana mengguncang wilayah tersebut. Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter terjadi pada hari Minggu, menyebabkan 51 korban jiwa dan sekitar 5.900 warga mengungsi. Pemerintah provinsi dan kabupaten terdampak telah menetapkan status darurat untuk mempercepat respons bantuan dan pemulihan.
Kebutuhan darurat terus meningkat setelah gempa menghancurkan infrastruktur dan memicu risiko tsunami di beberapa daerah. Pemerintah sedang berupaya mengkoordinasikan bantuan dari berbagai lembaga dan organisasi. Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kebutuhan makanan, air bersih, dan perlindungan sementara bagi warga yang terdampak.
Kebijakan darurat ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Pemerintah juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Pemantauan terus dilakukan untuk mengevaluasi kondisi wilayah dan memastikan bantuan sampai ke lokasi terpencil.























