Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus memperparah situasi dengan menyebarkan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga. Anak-anak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terpaksa mengenakan masker untuk melindungi diri dari udara yang berpolusi. Sekolah juga mengurangi jam pelajaran karena kondisi yang tidak memungkinkan belajar normal.

Selain dampak kesehatan, karhutla juga mengancam perekonomian daerah. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui bahwa kebakaran ini akan berdampak signifikan pada ekonomi wilayah terdampak. Ia menekankan perlunya penanganan serius untuk meminimalkan kerugian.

Polisi telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam karhutla. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan penyelidikan masih berlangsung. TNI AU juga turut membantu dengan mengirim tiga pesawat untuk operasi modifikasi cuaca guna mempercepat pemadaman.

Pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya mengendalikan situasi, namun tantangan masih besar.