Pemkot Banjarbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring mulai 24 hingga 28 Agustus 2026 akibat kabut asap yang diakibatkan Karhutla. Kebijakan ini diambil sebagai upaya mengurangi dampak kesehatan akibat polusi udara yang semakin parah. Kabut asap yang menggelayuti wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyebabkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) hingga mencapai 27.738 orang.

Selama periode tersebut, sekolah di Banjarbaru ditutup sementara untuk mencegah risiko kesehatan bagi siswa dan guru. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan meminimalkan aktivitas di luar rumah. Dalam rangka mengatasi situasi darurat, tujuh kabupaten/kota di Kalsel telah menetapkan status siaga darurat Karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menjelaskan bahwa status siaga darurat ini bertujuan untuk mempercepat respons dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pemangku kebijakan juga sedang berupaya meningkatkan koordinasi antar-instansi untuk mengendalikan penyebaran kabut asap.

Kondisi udara yang buruk terus memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Pemkot Banjarbaru berharap pembelajaran daring dapat menjadi solusi sementara hingga kondisi kembali normal.